Minggu, 22 November 2015

rumus peluang matematika

RUMUS PELUANG MATEMATIKA

Frekuensi merupakan perbandingan antara banyaknya percobaan yang dilakukan dengan banyaknya kejadian yang diamati. Frekuensi dapat diketahui dengan menggunakan rumus:




Apabila setiap titik sampel dari anggota ruang sampel S mempunyai peluang yang sama, maka peluang kejadian K yang jumlah anggotanya dinyatakan dalam n(K) dapat diketahui dengan rumus :




Peluang munculnya kejadian dapat diperkirakan melalui notasi di bawah ini:


Apabila nilai P(K) = 0 maka kejadian K tersebut sangat mustahil untuk terjadi

Apabila nilai P(K) = 1 maka kejadian K tersebut pasti akan terjadi


Amatilah contoh soal di bawah ini:

Contoh Soal 1
Pada proses pelemparan sebuah dadu, tentukanlah peluang munculnya mata dadu yang berangka ganjil

Jawab:
Ruang sampel S = {1,2,3,4,5,6}
n(S) = 6

Mata dadu ganjil = {1,3,5}
n(S) = 3

maka P(K) = 3/6 = 1/2



Kejadian Majemuk

Kejadian majemuk adalah dua atau lebih kejadian yang dioperasikan sehingga terbentuklah sebuah kejadian yang baru

Suatu kejadian K dan kejadian komplemen berupa K' memenuhi persamaan:

P(K) + P(K') = 1 atau P(K') = 1 - P(K)


Contoh Soal 2
dari seperangkat kartu bridge, diambillah satu buah kartu secara acak. tentukan peluang terambilnya kartu yang bukan As.

Jawab:
jumlah kartu bridge = n(S) = 52
jumlah kartu As = n(K) = 4
P(K) = 4/52 = 1/13

peluang yang terambil bukan kartu As = P(K') = 1-P(K) = 1 - 1/13 = 12/13


PENJUMLAHAN PELUANG


Kejadian Saling Lepas
dua buah kejadian A dan B dikatakan saling lepas apabila tak ada satupun elemen pada kejadian A yang sama dengan elemen yang ada pada kejadian B. untuk dua buah kejadian yang saling lepas, maka peluang salah satu A atau B mungkin terjadi, rumusnya adalah:

P(A u B) = P(A) + P(B)


Contoh Soal 3
Dua buah dadu masing-masing berwarna merah dan putih dilempar secara bersamaan sebanyak satu kali, tentukanlah peluang munculnya mata dadu yang berjumlah 3 atau 10!

Jawab:
Hasil pelemparan dadu tersebut dapat digambarkan dengan tabel ini:

Materi Pengertian dan Rumus Peluang Matematika SMP


Kejadian mata dadu berjumlah 3 ditandai dengan warna kuning.
A = {(1,2), (2,1)}
n(A) = 2

Kejadian mata dadu berjumlah 10 ditandai dengan warna biru
B = {(4,6), (5,5), (6,4)}

Karena tidak ada elemen yang sama pada A dan B digunakan rumus:
P(A u B) = P(A) + P(B)
P(A u B) = 2/36 + 3/36
P(A u B) = 5/36



Kejadian Tidak Saling Lepas
Artinya ada elemen A yang sama dengan elemen B, rumusnya dapat dituliskan menjadi:


P(A u B) = P(A) + P(B) - P(A n B)


Contoh Soal 4
Sebuah kartu diambil dari tumpukkan kartu bridge secara acak. coba kalian tentukan peluang dari kartu yang terambil adalah kartu hati dan kartu bergambar (K,Q,J)!

Jawab:
Jumlah kartu bridge = n(S) = 52
jumlah kartu hati = n(A) = 13
jumlah kartu bergambar = n(B) = 12

karena ada kartu bergambar yang merupakan kelompok kartu hati (J hati, Q hati, dan K hati) maka A dan B tidak saling lepas sehingga digunakanlah rumus:

P(A u B) = P(A) + P(B) - P(A n B)
= 13/52 + 12/52 - 3/52

= 22/52 = 11/26



Kejadian Saling Bebas
Dua buah kejadian dapat disebut saling bebas bila munculnya kejadian A tidak berpengaruh pada munculnya kejadian B sehingga peluang kejadian A dan B terjadi bersamaan dapat dituliskan menjadi:

P(A n B) = P(A) x P(B)


Contoh Soal 5
Pada percobaan pelemparan dua buah dadu, coba tentukan peluang munculnya angka genap pada dau pertama dan angka ganjil prima pada dadu kedua!

Jawab:
misalkan A = kejadian munculnya mata dadu genap pada dadu pertama = {2,4,6} maka P(A) = 3/6

misalkan B = kejadian munculnya mata dadu ganjil prima pada dadu kedua = {3,5} maka P(B) = 2/6

karena kejadian A tidak berpengaruh pada kejadian B maka digunakan rumus:

P(A n B) = P(A) x P(B)
P(A n B) = 3/6 x 2/6 = 1/6



Kejadian Bersyarat
kejadian bersyarat terjaid apabila kejadian A mempengaruhi munculnya kejadian B atau sebaliknya. maka dapat dituliskan seperti ini:

P(A n B) = P(A) x P(B/A)

atau

P(A n B) = P(B) x P(A/B)


Contoh Soal 6
ada sebuah kotak yang berisi 5 bola merah dan 4 bola hijau. bila diambil dua buah bola satu persatu tanpa adanya pengembalian, tentukanlah peluang bola yang terambil adalah bola merah pada pengambilan pertama dan bola hijau pada pengambilan kedua!

Jawab:
Pada pengambilan pertama tersedia 5 bola merah dari 9 bola yang ada.
maka P(M) = 5/9

Pada pengambilan kedua ada 4 bola hijau dari 8 bola yang tersisa (dengan syarat bola merah telah terambil).
maka P(H/M) = 4/8

karena kejadiannya saling berpengaruh, digunakanlah rumus:

P(M n H) = P(M) x P(H/M)
P(M n H) = 5/9 x 4/8 = 5/18

perbandingan 2

Memahami Perbandingan

  1. Calculate Ratios Step 1
    1
    Perhatikan cara penggunaan perbandingan. Perbandingan digunakan dalam konteks akademis maupun dunia nyata untuk membandingkan beberapa jumlah atau kuantitas satu sama lain. Perbandingan yang paling sederhana hanya membandingkan dua nilai, tetapi perbandingan yang membandingkan tiga nilai atau lebih juga mungkin untuk dilakukan. Dalam situasi apa pun yang membandingkan dua angka/kuantitas atau lebih yang sangat berbeda, perbandingan dapat digunakan. Dengan mendeskripsikan kuantitas yang berkaitan satu sama lain, perbandingan menjelaskan cara rumus-rumus kimia dapat diduplikasi atau resep-resep di dapur dapat dikembangkan. Setelah Anda bisa memahaminya, Anda akan menggunakan perbandingan selama sisa hidup Anda.[1]
    Iklan
  2. Calculate Ratios Step 2
    2
    Pelajarilah arti suatu perbandingan. Seperti yang ditulis di atas, perbandingan mendemonstrasikan kuantitas dari setidaknya dua barang yang berkaitan satu sama lain. Jadi, misalnya, jika sebuah kue dibuat dari dua gelas (cup) tepung dan satu gelas (cup) gula, perbandingan tepung dan gulanya adalah 2 banding 1.
    • Perbandingan dapat digunakan untuk menunjukkan hubungan antara kuantitas apa pun, bahkan jika salah satu kuantitasnya tidak berkaitan langsung dengan kuantitas lainnya (seperti dalam suatu resep). Misalnya, jika ada lima anak perempuan dan sepuluh anak laki-laki dalam sebuah kelas, perbandingan anak perempuan dengan laki-lakinya adalah 5 banding 10. Kedua kuantitas ini saling bergantung atau terikat satu sama lain, dan akan berubah jika seseorang meninggalkan kelas atau siswa-siswa baru masuk ke dalam kelas. Perbandingan itu hanya membandingkan kuantitas.
  3. Calculate Ratios Step 3
    3
    Perhatikan cara-cara yang berbeda untuk menuliskan perbandingan.Perbandingan dapat dituliskan menggunakan kata-kata atau dapat dituliskan menggunakan simbol-simbol matematika.[2]
    • Anda akan sering melihat perbandingan dituliskan menggunakan kata-kata (seperti di atas). Karena perbandingan sering digunakan dan dengan cara-cara yang bervariasi, jika Anda menemukan diri Anda bekerja dalam bidang selain matematika atau ilmiah, mungkin ini adalah bentuk perbandingan paling umum yang akan Anda temukan.
    • Perbandingan sering kali dituliskan menggunakan tanda titik dua. Saat membagi dua angka dalam suatu perbandingan, Anda akan menggunakan sebuah tanda titik dua (seperti dalam 7 : 13) dan bahwa saat Anda membandingkan lebih dari dua angka, Anda akan meletakkan tanda titik dua di antara masing-masing angka secara berurutan (seperti dalam 10 : 2 : 23). Di dalam contoh kelas kita, kita dapat membandingkan jumlah anak laki-laki dengan jumlah anak perempuan dengan perbandingan 5 anak perempuan : 10 anak laki-laki. Kita dapat dengan sederhana menuliskan perbandingannya sebagai 5 : 10.
    • Perbandingan juga terkadang dituliskan menggunakan notasi pecahan. Dalam kasus kelas kita, 5 anak perempuan dan 10 anak laki-laki hanya akan dituliskan sebagai 5/10. Meskipun dituliskan sedemikian rupa, pecahan ini tidak boleh dibacakan keras-keras sama seperti sebuah pecahan, dan Anda harus mengingat bahwa angka-angka ini tidak melambangkan bagian dari suatu keseluruhan.

Jumat, 20 November 2015

cara mudah belajar matematika

Kebanyakan diantara kalian pasti menganggap bahwa matematika adalah suatu mata pelajaran yang menakutkan. Rasanya sulit sekali untuk memahami dan menyukai materi-materi pelajaran matematika. Kalian memiliki pemikiran seperti itu mngkin dikarenakan kalian tidak mengetahui bagaimana trik-trik atau langkah-langkah yang harus dilakukan agar bisa mempelajari matematika dengan cepat dan mudah. Pasti diantara kalian ada yang bertanya-tanya "bagaimanakah cara belajar matematika yang cepat dan benar? Perlu kalian ketahui bahwasannya mempelajari materi pelajaran matematika tentu berbeda dengan pelajaran yang lainnya. Matematika merupakan pelajaran yang di dalamnya kita harus melakukan proses penghitungan. 


Oleh karenanya belajar matematika tidak akan efektif apabila kalian hanya berfokus kepada membaca materi dan menghafalkan rumusnya saja, ada beberaa tips yang perlu kalian lakukan agar proses belajar matematika kalian lebih efektif. Berikut adalah beberapa tips untuk belajar matematika cepat yang telah dirangkum oleh Rumus Matematika Dasar dari beragam sumber, yuk kita simak bersama:


Tips Cara Belajar Matematika Mudah dan Cepat yang Efektif

Perbanyaklah Latihan Soal

Cara pertama yang bisa kalian lakukan untuk lebih memahami materi pelajaran matematika adalah dengan memperbanyak latihan mengerjakan soal. Dengan berlatih mengerjakan soal, kalian akan belajar mengenai bagaimana cara menerapkan rumus untuk memecahkan beragam persoalan. Dengan banyak berlatih mengerjakan soal juga bisa membuat kita lebih terbiasa dalam mengerjakan soal sehingga bisa lebih mahir dalam menyelesaikan berbagai tipe soal. Yang pelru diperhatikan ketika berlatih mengerjakan soal adalah jangan terpaku pada satu bentuk soal saja, cobalah untuk mempelajari cara menyelesaikan beragam tipe soal meskipun materinya sama. Dengan begitu kalian tidak akan kesulitan dan kebingungan lagi apabila menemukan bentuk soal yang berbeda ketika ulangan ataupun ujian semester.

Memahami Bukan Sekadar Menghafal


Kebanyakan siswa-siswi memiliki anggapan yang salah ketika belajar matematika. Mereka lebih berfokus kepada menghafalkan beragam rumus yang ada. Memang menghafal juga penting di dalam mempelajari matematika karena jika kita tidak hafal rumus-rumusnya bagaimana bisa menyelesaikan materi yang berkaitan dengan rumus tersebut. Menghafal rumus memang penting tetapi yang lebih penting lagi adalah memahami cara menggunakan rumus tersebut. Ketika kalian sudah hafal dengan sebuah rumus, cobalah untuk berlatih cara menggunakan rumus tersebut untuk mengerjakan soal. Dengan begitu kalian akan lebih paham dan tidak akan mudah lupa dengan rumus-rumus yang sudah kalian hafalkan. So, jangan sekedar menghafal yaa!!

Jangan Bergantung pada Kalkulator

Mamang benar bahwasannya matematika adalah pelajaran berhitung. Akan tetapi jangan selalu membiasakan diri untuk menyelesaikan perhitungan matematika dengan menggunakan kalkulator. Kebiasaan menggunakan kalkulator justru bisa melemahkan kemampuan berhitung kalian. Kalkulator membuat kalian menjadi malas untuk melatih otak kalian dalam menyelesaikan perhitungan matematika. Kalkulator boleh saja digunakan tetapi hanya untuk memeriksa apakah hasil perhitungan yang kalian kerjakan sudah benar atau belum. Ketika menyelesaikan suatu perhitungan cobalah untuk menggunakan otak kalian dulu, berlatih berhitung akan membuat otak kalian terbiasa sehingga nantinya akan meningkatkan kecepaan berhitung yang kalian miliki. Pada intinya, jangan terlalu bergantung pada kalkulator, alat ini hanya akan membuat kalian malas. Boleh saja menggunakan kalkulator tapi ingat, hanya untuk perhitungan yang benar-benar sulit saja. Selebihnya, manfaatkanlah otak yang sudah diberikan oleh Tuhan kepada kalian. 

Jangan Malu Bertanya

Belajar matematika memang lebih baik apabila ada orang yang mendmpingi, sehingga apabila kalian menemukan kesulitan dalam memahami suatu materi kalian bisa langsung bertanya kepada pendamping kalian tersebut. Atau kalian bisa juga belajar matematika secara berkelompok dengan teman-teman sekelas, dengan begitu kalian bisa saling mengajarkan bilamana ada salah satu diantara kalian kesulitan dalam memahami sebuah materi. Yang perlu kalian ingat adalah jangan pernah merasa malu untuk bertanya ketika menemukan hal-hal yang kalian anggap sulit karena kemampuan setiap orang itu berbeda-beda dengan bertanya tentu kita akan lebih mudah dalam menemukan solusi dari kesulitan yang kita temui, terutama kesulitan dalam pelajaran matematika.

Cintailah matematika

Ini adalah poin terpenting yang harus ditanamkan ketika belajar matematika. Ketika kita sudah merasa cinta denga sesuatu tentunya kita akan merasa senang ketika bertemu dengan hal tersebut. Oleh karenanya, jangan pernah menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit. Cobalah kenali terlebih daulu materi-materi yang ada di dalamnya. Tumbuhkan rasa cinta kalian kepada pelajara ini. Dengan begitu kalian tidak akan merasakan kebosanan ketika mempelajari pelajaran ini, justru kalian akan merasa senang. So, mulai sekarang coba kenali dan cintailah pelajaran matematika.

Itulah kiranya beberapa Tips Cara Mudah dan Cepat Belajar Matematikayang bisa kalian coba terapkan agar proses belajar kalian menjadi lebih efektif. Ingat selalu bahwa matematika bukanlah pelajaran yang menakutkan. Kenali dan cintailah matematika. Jika memiliki keyakinan yang kuat kalian pasti bisa menaklukannya.

dikutip dari 

perbandingan

PERBANDINGAN
A.      TEORI DAN RUMUS
1.      Gambar Berskala
Jika gambar dengan keadaan yang sebenarnya dan memiliki bentuk yang sesuai maka gambar itu dibuat dengan perbandingan tertentu yang disebut dengan skala.
Rounded Rectangle: S= Up/UsRumus:                   Ket:  S = skala
                                        Up = ukuran pada peta
                                        Us = ukuran sebenarnya
http://belajar0k3.files.wordpress.com/2011/04/hal5.jpg?w=640

Istilah skala sering kita jumpai kalau kita membuka peta/atlas.
Jika pada peta tertulis skala 1 : 5.000.000, berarti :
·      1 cm pada peta mewakili 5.000.000 cm jarak yang sebenarnya,  atau
·      1 cm pada peta mewakili 50.000 m jarak yang sebenarnya, atau
·      1 cm pada peta mewakili 50 km jarak yang sebenarnya
Skala adalah perbandingan ukuran pada gambar (cm) dengan ukuran sebenarnya (cm) Tampak bahwa skala menggunakan satuan cm untuk dua besaran yang dibandingkan Perlu diingat bahwa :
1 km = 1.000 m = 100.000 cm.
2.      Menyederhanakan Perbandingan
Untuk dua besaran sejenis a dan b dengan m adalah FPB dari a dan b maka :
Rounded Rectangle: a/b=(a:m)/(b:m)Rumus:



3.      Perbandingan Senilai
A
B
a1
b1
a2
b2
a3
b3
...
...
an
bn
Misalkan terdapat dua besaran A={a1, a2, a3,...,an} B={b1,b2, b3,...,bn} yang berkorespondensi satu-satu, maka A dan B disebut berbanding senilai. Jika untuk ukuran A semakin besar maka ukuran B semakin besar pula.
Menyelesaikan perbandingan senilai:
 










4.      Perbandingan Berbalik Nilai
Misal terdapat dua besaran A={a1, a2, a3,..., an} dan B={b1, b2, b3,...,bn} yang berkorespondensi satu-satu maka A dan B disebut berbalik nilai jika untuk ukuran A semakin besar tetapi B semakin kecil.
Menyelesaikan perbandingan berbalik nilai
 















B.     CONTOH DAN PEMBAHASAN
1.    http://belajar0k3.files.wordpress.com/2011/04/hal2.jpg?w=640Usia Ayah 45 tahun dan usia ibu 40 tahun, sedangkan usia Ali 15 tahun serta usia Ani 10 tahun.
Penyelesaian:
·      Perbandingan usia ayah dan ibu =
 45 tahun : 40 tahun = 45 : 40 = 9 : 8
·      Perbandingan Usia Ali dan Ani =
15 tahun : 10 tahun = 15 : 10 = 3 : 2
·      Perbandingan usia Ayah dan Ali =
45 tahun : 15 tahun = 45 : 15 = 3 : 1
2.    http://belajar0k3.files.wordpress.com/2011/04/hal3.jpg?w=640Tinggi badan Dewa 160 cm, tinggi badan Dewi, 120 cm dan tinggi badan Gita 60 cm tentukan perbandingan umjur mereka!
Penelesaian:
·      Perbandingan tinggi badan Dewa dan Dewi =
160 cm:120 cm = 160:120 = 4:3
·      Perbandingan tinggi badan Dewi dan Gita =
120 cm:60 cm = 120:60 = 2:1
·      Perbandingan tinggi badan Dewa dan Gita =
160 cm:60 cm = 160:60 = 8:3
3.    Sebuah model pesawat terbang panjang badannya 18 cm, lebar sayapnya 12 cm. Jika lebar sayap pesawat sesungguhnya 8 m, berapakah panjang badan pesawat sesungguhnya?
http://belajar0k3.files.wordpress.com/2011/04/hal9.jpg?w=640

Penyelesaian:
 
p =
p = 12 meter
Jadi, panjang pesawat sesungguhnya adalah 12 meter
4.    http://belajar0k3.files.wordpress.com/2011/04/hal10.jpg?w=640Sebuah gedung bertingkat tampak dari depan lebarnya 20 meter dan tingginya 60 meter. Jika tinggi gedung pada model adalah 12 cm, berapakah lebar gedung pada model ?
Penyelesaian:
L =
L = 4 cm
Jadi, lebar gedung pada model adalah 4 cm
5.    Sebuah panti asuhan mempunyai persediaan beras yang cukup untuk 35 anak selama 24 hari. Berapa hari beras itu akan habis jika penghuni panti asuhan bertambah 5 anak?
Penyelesaian:
Diketahui   :
Banyak anak
Banyak hari
35
24
(35 + 5)
x
              Ditanyakan : Berapa banyak anak jika penghuni panti asuhan bertambah 5 anak?
              Jawab         : Banyak anak bertambah dan banyak hari berkurang, maka menggunakan perbandingan berbalik nilai
                                   
35
40p = 35 x 24
40p = 840
P =
P = 21
Jadi, untuk 40 anak berasakan habis dalam waktu 21 hari






 dikutip dari 
 https://www.google.com/webhp?sourceid=chrome-instant&ion=1&espv=2&ie=UTF-8#q=materi+perbandingan